Smiljan Bandung, Tempat Ngopi Tenang untuk Membaca dan Berkarya

Di tengah menjamurnya kedai kopi di Bandung, Smiljan hadir dengan pendekatan yang terasa berbeda. Bukan sekadar coffeeshop, Smiljan memadukan ruang ngopi dengan ruang baca. Jadi sebuah kombinasi yang menghadirkan pengalaman lebih utuh bagi mereka yang mencari ketenangan, inspirasi, dan ruang untuk berkarya.

Smiljan terasa seperti jawaban atas kegelisahan banyak pencinta buku hari ini. Toko buku biasanya hadir secara konvensional, beberapa bahkan sunyi karena telah "redup" ditinggalkan mereka yang tidak mencari lagi buku fisik. Sementara coffeeshop justru menjadi ruang sosial yang hidup. Ketika keduanya digabungkan, terciptalah ekosistem yang saling menguatkan: buku tak lagi kaku, kopi tak sekadar singgah. Ruang pun menjadi lebih “hidup”, bernapas, dan relevan dengan gaya hidup urban masa kini.

Sebagai ruang, Smiljan menawarkan kenyamanan yang mendukung aktivitas membaca, menulis, hingga bekerja dengan fokus. Tata ruangnya terasa ramah bagi mereka yang datang sendiri, atau yang biasa kita sebut juga "introvert friendly", dengan suasana yang adem, tidak bising, dan jauh dari hiruk-pikuk percakapan keras. Lighting ditata pas, tidak terlalu terang, tidak pula redup, berpadu dengan lantunan musik jazz yang mengalun konsisten. Sebuah atmosfer yang ideal untuk work from café (WFC) tanpa distraksi berlebih.

Dari sisi interior, Smiljan mengusung nuansa industrial dengan sentuhan vintage yang hangat. Elemen kayu mendominasi beberapa sudut ruang, menghadirkan kesan earthy. Perpaduan ini membuat pengunjung betah berlama-lama, baik yang membaca buku, menyelesaikan tulisan, atau sekadar menikmati jeda.

Lebih dari sekadar tempat nongkrong, Smiljan juga membuka peluang bagi tumbuhnya literasi dan karya, khususnya di kalangan anak muda. Ruang baca yang menyatu dengan kedai kopi menciptakan pesan yang subtil namun kuat: membaca dan berkarya adalah bagian dari gaya hidup, bukan aktivitas eksklusif atau terpisah dari keseharian.

Soal kopi, Smiljan Classic menjadi menu yang layak dicoba. Racikan ini menggunakan biji kopi sangrai gelap dengan karakter rasa yang lumayan strong. Ada juga aftertaste cokelat hitam di akhir tegukan, disertai sentuhan kacang yang halus. Jejak rasa yang bersih dan bertahan cukup lama, cocok dinikmati perlahan sambil membuka halaman demi halaman buku.

Pada akhirnya, Smiljan bukan hanya soal kopi atau buku semata. Ia adalah ruang jeda, tempat di mana sunyi terasa ramah, ide bisa tumbuh pelan-pelan, dan secangkir kopi menemani proses berpikir. Sebuah ruang kecil yang memberi makna lebih besar bagi mereka yang mencintai literasi, karya, dan ketenangan.

mbak-mbak humas penikmat kopi dan jalan kaki, serta pengagum barista tampan :)

Posting Komentar

© Kopi Bandung. All rights reserved. Developed by Jago Desain