Kategori
Ngabandungan

6 Kawasan Cagar Budaya di Kota Bandung

Ingin tahu di mana saja kawasan cagar budaya di Kota Bandung?

Kota Bandung merupakan salah satu kota kolonial modern, yaitu kota yang awalnya dibangun untuk akomodasi kaum kolonialis. 

Pola kota kolonial dibangun dengan model pola kota dari negeri asalnya, demikian pula dengan gaya-gaya bangunannya. Misalnya, pengaruh garden city dari Inggris membawa beberapa perbaikan seperti lahirnya taman-taman kota gaya Inggris, pohon-pohon peneduh jalan, boulevard, dan rotunda.

Juga ruang-ruang kota seperti plaats, platz, square, plaza, place seperti di negeri asalnya. Sedangkan yang membedakan adalah teknik dan materialnya. Berkat ini Kota Bandung mempunyai peninggalan warisan bangunan dan lingkungan kota yang dirancang dengan sangat baik dan spesifik.

Sebagai kota kolonial modern, Kota Bandung merupakan kota yang mempunyai Kawasan Cagar Budaya.

Kawasan Cagar Budaya di Kota Bandung

Menurut UU No.5 tahun 1992 tentang Cagar Budaya, yang dimaksud dengan Kawasan Cagar Budaya adalah kawasan di sekitar atau di sekeliling bangunan cagar budaya.

Kawasan cagar budaya dan bangunan tertentu yang berumur sekurang-kurangnya 50 (lima puluh) tahun, serta dianggap mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan dan kebudayaan, masuk dalam program pelestarian tadi.

bangunan cagar budaya di kota bandung
Ilustrasi Bangunan Cagar Budaya di Kota Bandung: Gereja Bethel, Majestic, Villa Isola, DENIS (Kantor BJB) dan Hotel Homann.

Adapun Bangunan Cagar Budaya (BCB) adalah bangunan buatan manusia, berupa kesatuan atau kelompok, atau bagian-bagiannya atau sisa-sisanya, yang berumur sekurang-kurangnya 50 tahun. 

Atau mewakili masa gaya yang khas dan mewakili masa gaya sekurang-kurangnya 50 tahun. Selain itu yang dianggap mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan dan kebudayaan.

Kota Bandung sendiri memiliki 6 Kawasan Cagar Budaya berdasarkan RTRW Kota Bandung tahun 2003-2013, yaitu:

1. Kawasan Pusat Kota Bersejarah

alun alun bandung
Alun-alun Bandung, yang sampai sekarang masih digunakan sebagai tempat berkumpul.

Kawasan ini terdiri dari subkawasan eks pemerintahan Kabupaten Bandung, yaitu Alun-alun, Asia-Afrika, Cikapundung dan Braga.

Kawasan cagar budaya di Kota Bandung ini telah mendapat pelestarian dari pihak pemilik maupun pemerintah daerah dan dalam kualitas yang baik.

Baca juga: Ngaleut Kelahiran Kota Bandung

2. Kawasan Pecinan

vihara samudra bhakti kelenteng bandung
Vihara Samudra Bhakti, Jalan Kelenteng, Ciroyom, Bandung.

Kawasan pecinan di Kota Bandung terdiri dari subkawasan Jl. Kelenteng, Jl. Pasar Baru, Otto Iskandardinata, ABC dan Pecinan, yang merupakan kawasan perdagangan di pusat kota.

Pemilik maupun lingkungan dapat menjaga kualitas lingkungan dan cagar budayanya.

Baca juga: Ngaleut Pecinan di Bandung

3. Kawasan Pertahanan dan Keamanan

stadion siliwangi persib kawasan cagar budaya di kota bandung
Stadion Siliwangi berada di area Archipelwejk, yang berarti jalan-jalan dengan nama pulau, yang dulu sampai sekarang masuk kawasan militer.

Kawasan ini terdiri dari subkawasan perkantoran Pertahanan dan Keamanan Jl. Sumatera, Jl. Jawa, Jl. Aceh, Jl. Bali, dan gudang militer.

Kawasan cagar budaya di Kota Bandung ini dikelola oleh TNI dan dalam kondisi fisik yang baik dan terlindungi.

4. Kawasan Etnik Sunda

Kawasan ini terdiri dari subkawasan Lengkong, Jl. Sasakgantung, Jl. Karapitan, Jl. Dewi Sartika dan Jl. Melong.

Kawasan cagar budaya di Kota Bandung ini merupakan kawasan campuran hunian dan perdagangan yang relatif dalam kondisi baik dan terpelihara.

5. Kawasan Perumahan Villa

jalan tamansari mojang jajaka bandung amazing race
Seberang pintu masuk Institut Teknologi Bandung di Jalan Ganesha.

Kawasan cagar budaya di Kota Bandung ini terdiri dari subkawasan Jl. Dipati Ukur, Jl. Ir. H. Djuanda, Jl. Ganesha, Jl. Pager Gunung, Jl. Tamansari, Jl. Diponegoro, Jl. RE.Martadinata, Jl. Cipaganti, Jl. Pasteur, Jl. Setiabudi, Jl. Gatot Subroto dan Jl. Malabar.

Kawasan ini merupakan fungsi campuran, antara jasa, pendidikan, perdagangan dan hunian, yang dimiliki dan dihuni oleh masyarakat menengah ke atas dan kondisi lingkungan relatif baik serta keberadaan Cagar Budaya dilindungi dan disadari oleh pemilik maupun pemerintah daerah.

6. Kawasan Industri

pedagang perkakas jatayu
Jongko di Jatayu yang menjual perkakas dan peralatan teknis.

Kawasan ini terdiri dari subkawasan Arjuna, Jatayu dan Kebon Jati. Kawasan ini merupakan kawasan dengan fungsi industri dan hunian yang telah mengalami perubahan. 

Fungsi hunian yang bercampur antara yang tertata dengan yang padat, fungsi perdagangan yang bercampur antara yang formal maupun yang tidak formal.

Oleh Arif Abdurahman

Mukim di Bandung, bekerja mengolah ragam teks. Pop culture nerd dan otaku dengan kearifan lokal.

16 tanggapan untuk “6 Kawasan Cagar Budaya di Kota Bandung”

Hotel Homman termasuk bangunan cagar budaya karena sejarahnya ya. Presiden Soekarno, para pangeran dan para petinggi negara lain pernah menginap untuk pertemuan KAA. Saya dua kali menginap di sana. Memang hotel tua penuh sejarah. Walau agak gimana gitu pas di sana he he. Tapi hotel itu memang strategis sekali, di sekitarnya banyak bangunan tua dan bersejarah, jadi objek wisata di satu kawasan.

Bangunan cagar budaya tu kalau dikunjungi membuat pikiran bertanya-tanya. Dulu, kala bangunan ini baru dibangun gimana ya kehidupan masyarakatnya. Atau spesifik yang dulunya tinggal di sini itu gimana kehidupannya.Apalagi di Bandung ada banyak banget ya cagar budayanya. Pecinan, pertahanan dan keamanan. Dulunya gimana kehidupan mereka di sana. Pasti menarik jika disaksikan saat ini. Meski bisa jadi mendebarkan saat itu.

Wah ternyata ada banyak sekali wilayah cagar budaya yang ada di kota Bandung ya. Kalau lihat sekilas nggak nyangka juga kalau itu termasuk cagar budaya, kukira hanya sebagai tempat wisata saja. Semoga bisa terjaga dan terpelihara secara baik ya..

Wah aku suka sekali kota bandung meski belum pernah sekalioun ke sana berawla dari sejarahnya, bandung lautan api dan lagi suamiku pernah sekolah dan beekrja di sana mendengar cejrtanya rasanya benar sekali seperti yg disampaikan dala. Tulisan ini. Aku suka sekali bisa mengunjungi kota2 dengan latar history yang menambah wawasan kita Seperti surabaya

Aduh bandung, kota yang ingin saya datangi lagi nih terutama buat shopping wkwk..tapi saya suka dengan kota bandung entah mengapa daya tariknya mirip yogyakarta. Banyak tempat menarik di kota ini, saya baru mampir ke alun-alunnya.

Iya Hotel Homann salah satu Bangunan Cagar Budaya, levelnya bahkan udah nasional. Selain sisi sejarah, utamanya pas penyelenggaraan KAA, hotel ini juga secara arsitektur pake art deco dan masih mertahanin gaya klasik itu sampe sekarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.