Kategori
Kopi

3 Manfaat Kopi Hitam Pahit untuk Kesehatan

Kopi hitam pahit bukan hanya bisa dijadikan sebagai minuman yang menemani kita saat begadang, atau mengusir kantuk di pagi hari, tetapi minuman hitam ini juga menyimpan banyak manfaat untuk tubuh.

Manfaat kopi pahit bagi kesehatan tubuh ternyata sangat banyak, sehingga kita bisa mencoba untuk mengonsumsinya.

Kategori
Kopi

Kapan Waktu Terbaik untuk Minum Kopi Saat Bulan Ramadan?

Bertepatan dengan bulan Ramadan, tentu ada perubahan dalam kebiasaan minum kopi khususnya buat umat muslim yang melakukan ibadah shaum. 

Untuk beberapa orang, kebiasaan minum kopi ini dilakukan pada waktu sahur. Salah satu alasannya biar nggak ngantuk habis sahur.

Kategori
Ragam

PeduliLindungi Terintegrasi di 11 Aplikasi, Solusi Bagi Sobat Hp Memory Penuh

Pedulindungi diakses via website resmi./Pedulilindungi.id

Mulai Oktober 2021, PeduliLindungi bakal terintegrasi ke 11 aplikasi populer yang banyak digunakan masyarakat Indonesia. 11 aplikasi tersebut di antaranya Gojek, Grab, Tokepedia, Traveloka, Dana hingga Livin’ by Mandiri. 


Kabar tersebut cukup menggembirakan bagi saya. Sebab sejak pertama kali PeduliLindungi mengudara di Google Play, saya tak ada niatan untuk mengunduh aplikasi ini. Meski saat itu, digadang-gadang masyarakat wajib mengunduh PeduliLindungi agar bisa beraktifitas dan mengakses sejumlah fasilitas umum di tengah pandemi Covid-19. 


Banyak faktor yang membuat saya tak ingin mengunduh PeduliLindungi. Pertama soal efektifitas dari aplikasi ini, saya bertanya kepada diri sendiri bakal seberapa sering kah saya menggunakan aplikasi ini. 


Apakah saya bakal menggunakannya. setiap menit, setiap jam. Saya pikir tidak, lagian saya tipikal orang mageran. Mungkin selama pandemi Covid-19 bisa dihitung dengan jari berapa kali saya keluar rumah dalam sebulan. 


Lalu tak sedikit juga yang mengaku kesulitan untuk log in di PeduliLindungi. Sudah dicoba beberapa kali hingga bolak-balik matikan sinyal internet, tetapi saja masih sulit masuk. 


Kemudian alasan yang paling saya pertimbangkan adalah terbatasnya space memori di hp. Yap, saya masih memakai hp dengan memori internal 16 GB. 


Tentunya di awal-awal pemakaian, memori sebesar 16 GB bakal terasa luas. Saya masih bisa leluasa menginstal beberapa aplikasi yang dibutuhkan atau sekadar iseng instal.  Namun karena saya telah menggunakan hp bertipe Redmi Note 5A ini kurang lebih tiga tahun. Maka dapat dipastikan telah banyak memori yang telah terpakai. Misalnya untuk ruang aplikasi hingga menyimpan foto dokumen lainnya. 


Saya pun sering kebingungan jika harus memilih dokumen atau aplikasi yang harus dihapus. Pasalnya ketika akan dihapus, saya mendadak merasa semua yang tersimpan itu penting dan layak dipertahankan.


Sekitar beberapa bulan lalu, saya mengganti kartu atm Bank Mandiri dengan teknologi chips. Berbarengan dengan itu, saya pun mengaktifkan layanan mobile bankingnya. Sialnya untuk mengaktifkan layanan satu ini saya harus mengunduh aplikasi mobile banking mandiri atau lebih dikenal dengan nama livin’ by Mandiri.


Di hadapan Teteh customer service, saya terpaku sejenak, memikirkan cara untuk mengosongkan space memori hp. Pertanyaan dari Teteh Customer Service tentang apakah sudah instal aplikasinya, membuat saya tersadar. 


Tak pikir panjang, karena di bawah tekanan saya pun meng-uninstal dua aplikasi dari sejumlah aplikasi yang memakan memori terbanyak. Dua aplikasi yang saya hapus itu adalah Grab dan Traveloka. Setelah dua aplikasi itu diuninstal, saya pun bisa mengunduh dan menjalankan livin’ by Mandiri.


Berkaca dari hal itu, saya jadi lebih selektif dalam menginstal aplikasi. Pasalnya ruang memori di hp saya tak lagi cukup untuk menginstal aplikasi baru. Jika harus menginstal aplikasi baru, artinya harus ada sejumlah aplikasi terdahulu yang menjadi tumbal. 


Oleh karena itu ketika ada imbauan untuk mengunduh aplikasi PeduliLindungi, saya sempat menggerutu. Ini negara apa sales aplikasi start-up. Kok harus diinstal sih. Beruntung pengembang PeduliLindungi mendengar keluh kesah kami, yakni sobat hp dengan media penyimpanan yang penuh. 


Bahkan akibat penuhnya memori, di layar hp saya selalu hadir notifikasi storage space running out, some system function may not work. Jika ada aplikasi yang tidak bisa beroperasi karena memori penuh, maka saya akan melakukan clear cache. Setelah itu hp bisa beroperasional sebagaimana mestinya. Saya pun harus rajin-rajin clear chace demi lancarnya operasi sistem di hp. 

Kategori
Ragam

Menyeduh Mugicha, Teh Jelai Jepang yang Menyegarkan

Teh dicintai di seluruh dunia sebagai sesuatu yang diminum di antara waktu makan, sesuatu untuk menemani makan, atau sesuatu untuk mengakhirinya.

Ada banyak jenis teh yang diseduh karena rasa dan manfaatnya yang unik. Namun, tidak semua teh berasal dari daun. Salah satu jenis teh yang tidak terbuat dari daun dinikmati di tiga negara China, Jepang, dan Korea – minuman itu adalah Mugicha, atau dalam bahasa Inggris, Barley Tea.

Kategori
Kopi

Kopi Panas atau Cold Brew, Mana yang Lebih Baik?

Sains tampaknya menunjukkan bahwa kopi panas lebih baik untuk kita.

Sebuah studi baru yang diterbitkan baru-baru ini di Scientific Reports berjudul Acidity and Antioksidan Activity of Cold Brew Coffee menemukan bahwa kopi yang diseduh panas memiliki pH yang serupa dengan antioksidan yang lebih tinggi daripada versi kopi yang diseduh dingin.

Kategori
Kesehatan

4 Ide Bisnis Digital Startup Bidang Kesehatan

Sedang mencari ide bisnis digital startup bidang kesehatan yang akan dibutuhkan kini dan di masa mendatang?

Covid-19 telah memfokuskan kembali sebagian besar perhatian dunia pada pentingnya perawatan kesehatan. Kita telah melihat kemajuan besar dalam pengembangan vaksin, sementara juga menyaksikan dengan ngeri betapa rapuhnya sistem perawatan kesehatan kita.

Kategori
Ragam

Diet Mediterania Bisa Mengurangi Resiko Depresi

 

rempah diet mediterania

Tidak ada yang membantah fakta bahwa diet gaya Mediterania adalah pilihan terbaik untuk kesehatan fisik dan umur panjang, tetapi semakin banyak bukti juga melaporkan bahwa diet terkenal baik tidak hanya untuk tubuh, tetapi juga untuk otak. —Dan yang terpenting, pikiran.

Sebuah studi baru di jurnal Nature Molecular Psychiatry menemukan bahwa diet Mediterania juga sangat mengurangi risiko depresi. Ini bukan yang pertama menyarankan hal ini, tetapi ini adalah meta-analisis terbesar hingga saat ini.

Tim dari University College London, melihat kembali lebih dari 40 penelitian sebelumnya yang menganalisis hubungan antara diet dan risiko depresi.Mereka menggunakan berbagai metode untuk menganalisis apa yang orang makan: misalnya, beberapa menggunakan skor diet DASH, yang lain menggunakan Indeks Peradangan Diet.

Studi melihat secara khusus konsumsi diet Mediterania dan risiko depresi selama bertahun-tahun.Tim memastikan bahwa semua studi termasuk mengambil variabel yang berpotensi pembaur, seperti usia, jenis kelamin, merokok, tingkat aktivitas fisik, pendapatan, ukuran tubuh, dan kesehatan secara keseluruhan, ke dalam Akun.

Ketika semua dikatakan dan dilakukan, ada hubungan kuat antara makan makanan gaya Mediterania yang sehat dan pengurangan risiko depresi.

“Kami menemukan bahwa orang dengan pola makan yang lebih mirip Mediterania memiliki risiko 33 persen lebih rendah terkena depresi daripada orang yang pola makannya paling tidak mirip dengan pola makan Mediterania,” tulis penulis studi Camille Lassale dalam The Conversation. Membandingkan studi yang melihat secara khusus pada komponen inflamasi (gula, lemak jenuh), orang yang makan diet inflamasi paling sedikit memiliki 24% penurunan risiko depresi.

Meskipun penelitian ini hanya melihat korelasi, kemungkinan ada hubungan sebab akibat yang nyata di sini Ada sejumlah mekanisme molekuler dan fisiologis yang dapat menjelaskannya: Stres oksidatif, resistensi insulin, peradangan, aliran darah ke otak, dan mikroba usus.

Baca juga: Jagalah Hepar, Jangan Kau Kotori

“Diet yang kaya komponen anti-inflamasi dan anti-oksidan, umumnya ditemukan dalam buah, sayuran, kacang-kacangan dan anggur (yang harus diminum dalam jumlah sedang), dapat secara langsung mempengaruhi otak dengan melindunginya dari stres oksidatif. dan peradangan, “tulis Lassale.

Studi sebelumnya juga menemukan hubungan yang signifikan antara diet yang tinggi dalam makanan inflamasi dan risiko depresi.

Selain itu, omega-3 sehat yang ditemukan dalam ikan berlemak dapat membantu struktur dan permeabilitas sel-sel otak, terutama di hipokampus, yang diketahui terpengaruh dalam depresi.Dan akhirnya, perubahan mikroba usus yang menyertai berbagai diet juga dapat berperan. Sangat mungkin bahwa diet Mediterania menumbuhkan berbagai macam bakteri menguntungkan yang dapat mempengaruhi otak, dan suasana hati, menjadi lebih baik.

Dan ada bukti lain bahwa ini mungkin lebih dari sekedar korelasi.Para peneliti tahun lalu melakukan uji klinis acak untuk menguji diet pada depresi, menugaskan setengah dari kelompok orang dengan depresi untuk mulai makan diet gaya Mediterania, sementara setengah lainnya mendapat dukungan sosial. Setelah tiga bulan, gejala depresi (dan kecemasan) kedua kelompok telah membaik, tetapi mereka yang berada dalam kelompok diet telah meningkat jauh lebih banyak.

Penulis penelitian, yang diterbitkan di BMC Medicine, mengatakan temuan itu menunjukkan “kemungkinan baru ” menambahkan ahli gizi klinis ke tim kesehatan mental multidisiplin dan membuat dukungan ahli gizi tersedia bagi mereka yang mengalami gejala depresi di pengaturan perawatan primer dan lainnya.”

Dengan kata lain, seperti olahraga dan dukungan sosial, diet mungkin merupakan pengobatan yang baik untuk beberapa orang yang profesional kesehatan mental.Tentu saja, kesulitannya adalah jika kita depresi, melakukan hal-hal ini (berolahraga dan makan dengan baik) menjadi lebih sulit

Namun karena setiap orang harus makan, mengganti makanan tertentu untuk orang lain mungkin merupakan intervensi perilaku yang lebih dapat dilakukan.Dan seiring semakin banyak penelitian yang dilakukan, mudah-mudahan ini akan dilihat sebagai pengobatan yang sah—atau setidaknya komponen yang sah dari suatu pengobatan menyeluruh. 

*

Referensi:

Kategori
Kopi

Fakta Neuroscience: Kopi dan Coklat Bikin Otak Kita Lebih Sehat

Neuroscience terus mengungkap cara-cara baru bahwa kopi, teh dan cokelat, cenderung membuat otak lebih sehat dan lebih tangguh.

Pertama, sebuah studi bersama dari National Institute on Aging dan Johns Hopkins University, dan diterbitkan Januari 2019 di jurnal Neurochemical Research yang meneliti methylxanthines, bahan kimia yang ditemukan dalam kopi, teh, dan cokelat hitam (kakao).

Kategori
Ragam

Ada yang Tak Kalah Bahaya Daripada Pandemi Ini

Photo by engin akyurt on Unsplash
Terhitung pertengahan minggu lalu saya memutuskan untuk diet berita hingga waktu yang belum tentukan. Keputusan ini diambil setelah saya merasa terlalu cemas dan menjadi overthingking dengan segala pemberitaan di media massa akhir-akhir ini.
Hampir media massa memberitakan tentang virus corona atau covid-19, dalam perspektif saya semua pemberitaan mengarah ke berita negatif (bad news) seperti jumlah pasien positif corona semakin bertambah, tim medis kehabisan APD dan sebagainya. Kalau pun ada berita positif entah itu tentang kesembuhan pasien, dan sebagainya seperti jarum dalam jerami. Jumlahnya sangat kecil dan jarang menjadi headline lalu viral.
Malangnya lagi mayoritas berita yang saya dapat berasal dari sosial media dan whatsapp grup keluarga. Berita dari media sosial lebih banyak mendatangkan debat kusir para netizen atau para influenzer bodong ketimbang sebuah solusi dan berita dari whatsapp grup keluarga terkadang malah cendrung hoak.
Pada fase awal mungkin saya bisa menangkal segala kabar hoak dan menyaring berita untuk dikonsumsi. Namun lambat laun saya mulai merasa lelah dan tak mampu lagi untuk memahami setiap informasi yang tersaji. Informasi yang datang bagaikan air kiriman dari bendung Katulampa. Benteng filter informasi yang telah saya bangun mulai runtuh, saya pun mulai merasakan stres, bingung, cemas, sedih, dan panik.
Psikoterapis psikoanalisis, Prof Brett Kahr mengatakan: “orang-orang kewalahan dan dibombardir oleh setiap oleh setiap jenis komunikasi. Kamu bisa merasa seperti papan panah, dihantam oleh sepenggal berita kecil – tidak ada yang dipersonalisasi atau berbelas kasih, sehingga bisa terasa seperti penganiayaan psikologis,” dikutip dari laman the guardian.
Kahr menambah salah satu cara untuk mengurasi dampak dari siklus berita non-stop adalah dengan membatasi waktu yang kamu habiskan membaca atau menonton berita di ponsel kamu.
Langkah saya nyatanya untuk membatasi segala berita memang benar, saya perlu rehat sejenak. Saya pikir, saya pun sudah punya cukup informasi untuk tidak merepotkan petugas medis dan pemerintah yang sudah cukup kerepotan menanggapi wabah ini. Yakni dengan berdiam di rumah dan melakukan physical distancing, WFH dan pastinya rajin cuci tangan. 

Rehat sejenak, saya berpikir rasa cemas yang melanda beberapa hari yang lalu tidak semerta-merta karena pemberitaan saja, tapi ada faktor lain seperti berada jauh dari orang tua, uang makin menipis, tak ada jaminan kesehatan, menempelnya predikat jomblo hingga soal film yang ditonton terakhir kalinya.
Film terakhir yang saya tonton adalah Contagion. Sebuah film yang dibuat pada tahun 2011, belakangan film ini ramai diperbicangkan lantaran dikabarkan menjadi film ramalan soal virus corona. Film ini menceritakan soal pemaparan virus yang menginfeksi hampir seluruh dunia. Dalam tempo 133 hari, virus ini menewaskan satu persen populasi di bumi.
Penyebaran virus tersebut hampir sama dengan situasi sekarang yakni melalui udara, droplet, bersentuhan tangan hingga melalui barang yang telah dipegang oleh yang terinfeksi. Dalam film tersebut ditampilkan bagaimana kegagapan pemerintah untuk mengatasi virus, masyarakat terkena panic buying hingga wacana lockdown untuk memutus mata rantai penularan.
Namun saya menonton di waktu yang salah. Sebab realitas buatan yang ada dalam film Contagion telah mempengaruhi alam bawah sadar saya, lambat laun saya percaya bahwa situasi di film bakal terjadi juga di kehidupan nyata. Terlebih situasi saat ini tak baik-baik saja dan tak ada kepastian. Alhasil bukan merasa terhibur dan terjaga, saya malah menjadi cemas berlebih. 

Jadi saya pikir ada baiknya bagi kamu yang tengah di rumah saja dan berencana menonton film guna mengusir kebosanan, saya sarankan untuk tidak menonton film yang berakhir sad ending atau mengandung kepedihan atau bencana di dalamnya.  Sebab di kondisi sekarang mungkin saja mental kamu sedang rapuh.
Stres, bingung, cemas, sedih, dan panik adalah reaksi yang wajar ketika terjadi krisis seperti sekarang. Apalagi di tengah situasi krisis seperti sekarang di mana ketidakpastian yang meluas dan ancaman terasa sangat dekat serta kurangnya strategi yang jelas untuk mengontrol situasi merupakan kombinasi yang sangat menantang bagi sebagian orang dan menjadi sebuah teror menakutkan bagi saya dan mereka yang memiliki trauma.
Namun datangnya kecemasan berlebih di tengah krisis seperti ini harap disikapi dengan tenang. Meski merasa cemas berlebih, jangan pernah menganggap kamu punya mental ilness. Sebab yang memfatwa kamu pengidap mental ilness bukanlah kamu atau teman-temanmu, tetapi dokter yang telah memeriksa dengan segala prosedur yang berlaku.
Profesor psikiatri di Weill-Cornel Scholl of Medicine New York-Presbyterian Hospital, Gail Saltz, M.D mengatakan saat ini ada banyak hal yang menimbulkan kecemasan. Ini adalah evolusi, normal dan sehat untuk memiliki kecemasan dalam reaksi terhadap sesuatu, dengan tingkat kepedulian yang sesuai.
Lanjut Salt, seseorang dapat dengan mudah meningkatkan kekhawatiran mereka ke tingkat kecemasan. Oleh karena itu menjadi cemas itu wajar karena artinya kita masih memiliki kepekaan terhadap situasi di sekitarnya. 

Di tengah pandemi covid-19 ada yang tak kalah bahaya daripada wabah tersebut yakni menurunnya mental kamu. Sebab kalau mentalmu lemah, kamu malah memiliki resiko besar terserang virus tersebut.

Kategori
Ragam

7 Cara menghilangkan Minyak di Wajah dengan Cepat

Cara menghilangkan minyak di wajah harus Anda ketahui apabila mengalami salah satu masalah kulit wajah yang cukup mengganggu ini. Tubuh kita memang memproduksi minyak secara alami untuk memberikan kelembaban kulit. Akan tetapi jika produksi minyak berlebihan justru menimbulkan masalah pada kulit wajah seperti komedo dan jerawat. Untuk itu, bagi Anda yang memiliki wajah berminyak, wajib mengetahui