Kategori
Kopi

Mengenal Irish Coffee yang Bikin Mabuk Kepayang

Seperti Samuel Beckett, Phil Lynott, U2, Riverdance, dan Guinness, semua ekspor terkenal Irlandia, Irish coffee klasik adalah anak sejati Irlandia: lahir di tanah Irlandia, dibuat dengan bahan-bahan Irlandia.

Semuanya dimulai di Bandara Foynes, Irlandia, pada tahun 1942, dan berkembang dari sana. Oleh sebab itu pertama-tama, mari kita kembali ke akar sejarah minuman ini.

Kategori
Kopi

3 Manfaat Kopi Hitam Pahit untuk Kesehatan

Kopi hitam pahit bukan hanya bisa dijadikan sebagai minuman yang menemani kita saat begadang, atau mengusir kantuk di pagi hari, tetapi minuman hitam ini juga menyimpan banyak manfaat untuk tubuh.

Manfaat kopi pahit bagi kesehatan tubuh ternyata sangat banyak, sehingga kita bisa mencoba untuk mengonsumsinya.

Kategori
Ragam

Mengenal Kopi Cethe dan Nyethe, Tradisi Unik di Tulungagung

kopi cethe tulungagung
Ibarat membatik di rokok, tradisi kopi cethe di Tulungagung. Foto: Timur Jawa.

 

Jika menyambangi Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, kamu patut coba tradisi unik satu ini. Tradisi Cethe atau di-kata-kerja-kan menjadi ‘Nyethe’.

Sederhananya, Cethe adalah seni melukis dengan bubuk kopi. Biasanya seni ini dilakukan di atas kertas rokok sebagai kanvasnya.

Kertas pada batangan rokok tergolong tipis dan halus, sehingga untuk Nyethe butuh keterampilan tersendiri bagi para pengrajinnya.

Kopi bubuk yang digunakan juga tidak boleh sembarangan. Haruslah yang sangat halus namun kental. Maka untuk menunjang tradisi ini, keahlian roasting khusus juga sangat diperlukan.

Langkah awal untuk Nyethe adalah mengendapkan kopi terlebih dahulu di gelas atau cangkir agar kopi benar-benar mengendap ampasnya. Sebisa mungkin jangan sampai ada banyak air di dalam cangkir agar ampas lebih banyak dan halus.

Setelah endapan ampas terkumpul, barulah ritual Nyethe dapat dilakukan. Para pengrajin kerap menggunakan tusuk gigi atau batang korek api kayu untuk mendapatkan hasil goresan yang bagus.

Endapan diambil menggunakan media-media runcing tersebut kemudian mulai melukis motif apapun yang kita inginkan. Biasanya, motif Cethe tidak jauh dari motif batik, bentuk wajah atau tulisan.

Jika lukisan telah selesai, maka batangan rokok tempat anda melukis tadi harus dikeringkan agar lukisan anda kering sempurna dan tidak ada lagi air yang tersisa.

Kategori
Kopi

Specialty Coffee Maksudnya Apa?

Sebagai peminum kopi, kita memiliki dua pilihan untuk minum — kopi reguler atau specialty coffee. Tapi apa perbedaan antara keduanya, dan mengapa kita harus peduli? Dan apa arti “specialty coffee” secara umum?

Perjalanan kopi dari biji yang ditanam sampai ke cangkir kita itu panjang dan rumit. Ada beberapa tahap di mana kopi dapat dihancurkan. Bahkan satu biji kopi yang hancur dapat mengubah seluruh teko kopi spesial menjadi pahit.

Kategori
Kopi

3 Penelitian Psikologi Tentang Kopi

Selain diminum, kopi telah lama jadi bahan penelitian, dan ditemukan memiliki beberapa efek yang kuat.

Penelitian sebagian besar berfokus pada bagaimana minuman ini memengaruhi kita secara fisik, termasuk implikasinya terhadap kanker, penyakit kardiovaskular, dan kesehatan pada umumnya. 

Kategori
Ragam

7 Soundtrack JRPG Sebagai Teman Ngopi

final fantasy ix coffee

Dalam JRPG, musik sangat penting. Ini telah berkembang sejak kemunculan RPG ketika belum ada akting suara, dan orang-orang bergantung pada musik permainan untuk menangkap pesan dan emosi.

Karena banyak JRPG yang plotnya berat, mereka membutuhkan banyak musik yang sesuai dengan mood yang sedang terjadi.

Dari pengalaman saya, sepuluh game ini masing-masing memiliki soundtrack luar biasa yang secara sempurna menangkap berbagai suasana game.

Saya mungkin melewatkan beberapa soundtrack yang bagus, karena pengalaman saya sebagai seorang gamer cukup terbatas. 

1. Final Fantasy VII

final fantasy vi

 

Track favorit:

  • Terra’s Theme
  • Aria di Mezzo Carattere
  • Dancing Mad
  • The Decisive Battle
  • Magitek Research Facility

2. Chrono Trigger

chrono trigger

Track favorit:

  • Frog’s Theme
  • Corridors of Time
  • Main Theme
  • Wind Scene 600 A.D.
  • Battle With Magus

3. Suikoden II

 

suikoden ii

Track favorit:

  • Reminiscence
  • The Will
  • Tension
  • March of the King
  • A Peaceful Mountain Village
  • If You Listen Carefully

4. Final Fantasy IX

 Final Fantasy IX PC Version Impressions

Track favorit:

  • A Place to Call Home / A Place to Return to Someday
  • You’re Not Alone
  • Loss of Me (or Rose of May)
  • Vamo Alla Flamenco
  • Feel My Blade
  • Terra

5. Tales of the Abyss

 

tales of the abyss

Track favorit:

  • Awkward Justice
  • Meaning of Birth
  • The Frontier Fortress – Kaitzur
  • Zao Ruins

6. The Legend of Heroes: Trails in the Sky

 

trails in the sky

Track favorit:

  • Whereabouts of the Stars
  • Looking Up at the Sky
  • Fateful Confrontation
  • Hamel
  • The Enforcers

7. Octopath Traveler

octopath traveler

Track favorit:

  • Main Theme
  • They Who Govern Reason
  • Decisive Battle
  • The One They Call the Witch
  • Daughter of the Dark God
  • Determination
Kategori
Kuliner

Mengolah Daging Pakai Kopi, Bikin Empuk dan Gurih!

Mengolah daging dengan kopi? Ini kedengarannya aneh, tetapi sesungguhnya ini adalah pasangan terbaik.

Kita mungkin sering mendambakan sesuatu yang asin atau manis, tetapi selera kita sebenarnya adalah variasi. Makanan terbaik mampu menghadirkan unsur-unsur varietas rasa yang berbeda ini dalam hidangan yang sama.

Kategori
Kopi

Aroma Kopi Bikin Otak Encer dan Pintar Matematika

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Environmental Psychology menunjukkan bahwa aroma kopi memiliki efek placebo pada seseorang, yang memberikan dorongan kognitif dalam tugas-tugas analitis dan harapan untuk kinerja yang lebih baik.

Kategori
Ngabandungan

Gerimis dan Muslihat Yusi Avianto di Kineruku

kineruku yusi avianto
Bincang buku “Muslihat Musang Emas” di Kineruku. 

“Mas Yusi baru saja sampai di Bandung menggunakan travel sekarang menuju kesini sebentar lagi sampai,” kata-kata itu disampaikan oleh Budi Waskito selaku moderator di acara bincang buku “Muslihat Musang Emas” di Kineruku. Jumat (16/02/2018)

Melihat jeda waktu yang masih kosong, saya memutuskan pergi ke toilet sejenak. Dari jauh pintu toilet tampak tertutup. Di depan pintu toilet, saya melihat lukisan illustrasi hitam tentang situasi sebuah kota dan masyarakatnya. Selang beberapa detik setelah itu terdengar suara “Didalam ada yang ngisi ya?”

Bagi saya wajah itu tidak asing dan bukan sebuah muslihat, dia Yusi Avianto dengan kacamata khasnya dan kemeja hitam. Saat sudah sampai di Kineruku bukan pembaca yang ditemuinya malah toilet lebih dulu, mungkin seorang penulis juga tidak kuat menahan diri saat kebelet kencing. Karena tidak ingin menunggu, Yusi akhirnya pergi ke toilet belakang.

Kedatangan sang bintang menandai bedah buku hari itu dibuka. Rakhmat Hidayatulloh yang mengaku sebagai penikmat sastra mendapat kesempatan pertama untuk mengomentari buku kumpulan cerpen Muslihat Musang Emas ini. Menurutnya ini seperti filming cocok untuk dibuat film dengan sutradara dari pihak Kineruku. Prediksinya kemungkinan besar akan masuk festival film di Cannes. Baginya, semua cerpen yang ada dalam buku ini sungguh menghibur, cerpen yang ia sukai berjudul “Samara” menceritakan tentang perjalanan hidup.

Yusi belum mengeluarkan satu atau dua patah kata, ia masih diam dalam beberapa menit ini. Moderator lalu memberikan kesempatan padanya untuk bercerita, tak ada satu pun cerpen yang ia ceritakan kesempatan itu malah dilemparkan kepada para peserta bedah. “Silahkan bertanya saja, nanti akan saya coba jawab,” katanya.

Diam dalam hening kembali terjadi. Belum ada peserta yang memberanikan diri bertanya. Sampai ada seseorang yg mengangkat tangannya keatas sebagai penanya pertama. Namanya Arif, dia mengomentari kalau buku ini adalah kumpulan cerpen islami. Pertanyaan darinya menyoal bagaimana ritual sang penulis pada saat menulis buku kumpulan cerpen ini?

Komentar lain yang cukup tajam ia ungkapkan lagi. Buatnya dari buku-buku Yusi terdahulu seperti “Rumah Kopi Singa Tertawa” dan “Raden Mandasia” dalam buku terbarunya ini penulis mengalami degradasi.

Yusi menjawab kalau soal degradasi, semua ia serahkan pada pengalaman pembaca masing-masing. Dalam proses menulis tidak ada ritual yang istimewa, karena sudah ada bahan jadi ada yang dituliskan. Awalnya dari kegelisahan dulu.

Buku “Muslihat Musang Emas” digarap tahun 2017 selama 2 bulan. Semua materi sudah dipilih dan disusun sejak awal. Budi Waskito turut menyimpan rasa penasaran tentang setengah dari cerpen dalam buku ini bicara tentang kematian dan penulis senang sekali menganiaya tokoh-tokohnya. Tidak semuanya mati memang, tapi ada yang hampir mati saat si tokoh menderita kanker otak.

Tentang kematian pada setiap tokoh, pada dasarnya setiap dari kita akan menghadapi itu. Tinggal bagaimana menghadapi dan mempersiapkannya. Yusi turut bicara tentang konsep sains masa depan, bagaimana di masa depan nanti manusia bisa berumur sampai 100 tahun dan hidup abadi. Itu mungkin saja terjadi kalau memang penemuannya ada.

Mendekati masa akhir dari acara bedah buku. Seorang perempuan yang datang jauh-jauh dari Cirebon menanyakan hal yang cukup kritis. Nada suaranya terdengar berbeda dan penuh penghayatan. Dia penasaran dengan sosok Yusuf Al Uraizy dengan kutipannya Ashalu Al-Maanah Al-Insaniyah atau Asal-Muasal Derita Manusia yang ada di halaman awal bukunya. Lalu berlanjut dengan bagaimana olok-olok keseharian bisa begitu menarik ketika dituliskan. Sampai dengan muatan politik yang ada di buku kumcer ini.

Yusi tidak bicara banyak tentang sosok Yusuf Al Uraizy karena sudah jelas ini buku fiksi itu artinya tokoh itu juga adalah fiksi semata. Untuk membuat olok-olok atau derita yang dialami tokoh itu seolah nyata, dia mencontohkan cerita dari penulis Katharine Susannah Prichard tentang sepasang suami istri yang membuka usaha sirkus, untuk membuat usahanya terus bertahan satu persatu anak mereka yang lahir dibuat cacat untuk menarik simpati dari penonton saat pertunjukan. Semua derita yang dibuatnya meyakinkan pembaca.

“Tugasmu sebagai penulis adalah membuat karakter-karakter yang bisa diterima oleh pembaca.”

Langit memancarkan warna terbaiknya, pepohonan yang rindang disekeliling area bedah buku memberi kenyaman tersendiri. Belum lagi ada teh hangat, pisang goreng, dan cemilan alakadarnya yang diberikan secara cuma-cuma. Pengelola Kineruku mengingatkan kepada moderator kalau mulai turun gerimis. Bedah buku diakhiri sudah lalu berlanjut dengan sesi tanda tangan dan foto bersama penulis.

Sesi tanda tangan berjalan dengan tenang dan tertib. Gerimis hanya muslihat saja, umurnya tidak berlangsung lama. Hadiah paling indah sore itu, saya bisa melihat pelangi diatas awan sembari membawa pikiran pada perjalanan menemukan sosoknya yang bukan Muslihat seperti Musang Emas. (hmdn)

Kategori
Kopi

Ngopi Bareng KAI 2018

ngopi bareng kai 2018

ngopi bareng kai 2018

ngopi bareng kai 2018

ngopi bareng kai 2018