Kenapa Raffi Ahmad Dijuluki Tukang Laundry?

raffi ahmad prabowo

Beberapa tahun terakhir, nama Raffi Ahmad tak hanya identik dengan gemerlap dunia hiburan dan julukan "Sultan Andara", tetapi juga dengan sindiran "tukang laundry".

Gelar nyeleneh ini pastinya bukan merujuk pada bisnis binatu betulan, melainkan sebuah sindiran sinis yang mengaitkannya dengan praktik pencucian uang (money laundering). Lantas, apa sebenarnya yang melatarbelakangi julukan ini?

Asal Mula Sindiran "Tukang Laundry"

Istilah "tukang laundry" mulai populer di kalangan warganet sebagai olok-olok terhadap Raffi Ahmad, terutama saat ia melakukan tindakan yang dianggap kontroversial di media sosial.

Sindiran ini semakin menguat pada November 2024, ketika Raffi kedapatan menghapus unggahan di Instagram pribadinya yang berisi surat edaran Prabowo Subianto. Surat edaran tersebut berisi ajakan untuk mendukung pasangan calon gubernur DKI Jakarta nomor urut satu, Ridwan Kamil-Suswono (RIDO), di Pilkada Jakarta.

Karena unggahan tersebut viral dan menuai reaksi negatif, Raffi pun menghapusnya. Namun, ia lupa menghapus unggahan serupa di akun Threads miliknya, yang membuat netizen makin ramai menyindir. Momen inilah yang kemudian menguatkan julukan "tukang laundry" sebagai representasi dari upaya membersihkan jejak digital yang dianggap blunder.

Konteks "Cuci Uang" dan Tuduhan yang Beredar

Sindiran "tukang laundry" juga merujuk pada tuduhan yang lebih serius: pencucian uang. Pada 2024, Ketua Umum DPP National Corruption Watch (NCW), Hanifa Sutrisna, melontarkan pernyataan bahwa Raffi Ahmad memiliki ratusan rekening yang diduga digunakan sebagai penampungan dana hasil tindak pidana korupsi .

Tudingan ini tentu saja menuai polemik. Manajer Raffi Ahmad, Prio Bagja Anugrah, membantah keras dan justru menunjukkan bukti jadwal kerja Raffi yang sangat padat, untuk menunjukkan bahwa kekayaannya diperoleh dari kerja keras. Raffi sendiri juga merespons dengan santai dan tegas. Ia bahkan menghadiri undangan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk memberikan klarifikasi .

Dalam acara "Vibrasi untuk Negeri" yang turut dihadiri Kepala PPATK, Raffi bahkan sempat bercanda menepis isu tersebut: "Karena saya suka disebut pencucian uang. Saya mau membuktikan makanya saya datang ke sini, karena kemarin saya sempat mau bikin iklan, bikin iklan saya lagi nyuci uang koin pakai deterjen gitu biar orang itu tahu". Candaan ini menunjukkan bahwa ia memilih pendekatan humor dalam menghadapi isu serius yang menimpanya.

Raffi juga menegaskan bahwa kekayaannya adalah hasil kerja selama 25 tahun di dunia hiburan dan enam tahun terakhir membangun bisnis. Meski demikian, hingga saat ini, tuduhan tersebut belum terbukti secara hukum dan tidak ada perkembangan kasus yang secara resmi menjeratnya.

Gurita Bisnis dan Kedekatan dengan Rezim Prabowo

Salah satu pemicu utama tuduhan dan sindiran adalah besarnya kekayaan Raffi Ahmad yang dinilai melesat begitu cepat. Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan ke KPK, total harta Raffi mencapai Rp1,03 triliun, dengan rincian 45 bidang tanah dan bangunan senilai Rp737 miliar, serta 23 unit kendaraan senilai Rp55 miliar.

Kekayaan ini bersumber dari gurita bisnis yang ia bangun di bawah naungan RANS Entertainment. Perusahaannya bergerak di berbagai sektor, mulai dari hiburan (RANS Music, RANS Pictures), olahraga (RANS Nusantara FC, RANS Esports), kuliner (Bakmi RN, Rojo Sambel), hingga fashion, properti, dan kecantikan. Ia juga diketahui memiliki beach club di Bali bernama Mari Beach Club.

Selain itu, sebagai salah satu YouTuber dan influencer papan atas, pendapatan Raffi dari YouTube dan endorsement disebut bisa mencapai lebih dari Rp1 miliar per bulan. Bahkan, ia pernah mengungkap bahwa gaji sebagai presenter di televisi bisa mencapai Rp150 juta per episode. Dengan valuasi RANS Entertainment yang disebut mencapai Rp2,7 triliun, kekayaannya memang bukan tanpa dasar.

Isu "tukang laundry" juga tidak lepas dari kedekatan Raffi Ahmad dengan rezim pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kedekatan ini semakin terlihat jelas ketika Raffi diangkat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni di Kabinet Merah Putih.

Raffi mengungkapkan bahwa sosok di balik kedekatannya dengan Prabowo adalah Mayor Teddy Indra Wijaya, ajudan Prabowo, yang mempertemukan mereka setelah bertahun-tahun tidak bertemu. Setelah pertemuan selama dua jam, Raffi menyatakan siap mendukung penuh Prabowo. Dukungannya tidak hanya di atas kertas, ia aktif mengampanyekan Prabowo di media sosial dan bahkan secara terbuka mendukung.

Kedekatan ini memicu spekulasi bahwa kedudukan Raffi di pemerintahan digunakan untuk "membersihkan" citranya. Apalagi, ia sempat ditantang untuk melaporkan hartanya ke KPK pasca dilantik, dan akhirnya melaporkan LHKPN-nya pada akhir Desember 2024 dengan total harta yang fantastis. Netizen pun makin gencar menyindir bahwa jabatannya ini adalah bagian dari "proses pencucian" yang lebih besar.

Meski tuduhan pencucian uang belum terbukti dan Raffi selalu menepisnya, narasi ini tetap hidup di masyarakat sebagai bentuk kritik sosial terhadap fenomena artis yang masuk ke lingkaran kekuasaan dengan kekayaan yang dipertanyakan asal-usulnya.

Pekerja teks komersial, juga mengulik desain visual dan videografi. Pop culture nerd dan otaku dengan kearifan lokal

Posting Komentar

© Kopi Bandung. All rights reserved. Developed by Jago Desain