Asal Mula Kiri dan Kanan dalam Spektrum Politik

Pierre-Antoine Demachy, c. 1793. Source: Wikimedia Commons / Musée Carnavalet, Paris

Mengapa kiri dan kanan menandakan ujung spektrum politik yang berbeda? 

Istilah-istilah tersebut kini menjadi metafora, tetapi awalnya merupakan "deskripsi literal," sebut Sophia Rosenfeld, seorang profesor sejarah intelektual dan budaya Eropa dan Amerika di Universitas Pennsylvania. 

Nah, berikut penjelasan para sejarawan tentang evolusi istilah-istilah yang mengejutkan ini. 

Kiri dan Kanan di Revolusi Prancis 

storming of bastille jean pierre houël
Prise de la Bastille, by Jean-Pierre Houël, 1789. Source: Wikimedia Commons / Gallica, Bibliothèque nationale de France, Paris.

Kisah ini dimulai di Prancis, pada musim panas tahun 1789, jelas Patrice Higonnet, seorang profesor emeritus sejarah Prancis di Universitas Harvard.

Saat Revolusi Prancis semakin memanas, massa yang marah baru saja menyerbu Bastille. Majelis Nasional berkumpul untuk bertindak sebagai pemerintah revolusi. Dan majelis tersebut memiliki tujuan utama: menulis konstitusi baru. 

Salah satu isu utama yang diperdebatkan majelis adalah seberapa besar kekuasaan yang seharusnya dimiliki raja, kata David A. Bell, seorang profesor sejarah Prancis modern awal di Universitas Princeton.

Akankah raja memiliki hak veto absolut? Saat perdebatan berlanjut, mereka yang berpendapat bahwa raja seharusnya memiliki hak veto absolut duduk di sebelah kanan ketua majelis, dan mereka yang berpendapat bahwa raja seharusnya tidak memiliki hak veto absolut, pandangan yang lebih radikal, duduk di sebelah kiri ketua majelis.

Dengan kata lain, mereka yang ingin lebih berpegang pada tradisi berada di sebelah kanan, dan mereka yang menginginkan lebih banyak perubahan berada di sebelah kiri. 

Jadi pengelompokan ini kemudian dikenal sebagai kiri dan kanan, dan dari situlah kita menelusuri asal-usulnya. Pola tempat duduk ini berulang di lembaga legislatif dan parlemen berikutnya.  

“Istilah ini dengan cepat masuk ke dalam bahasa sehari-hari,” katanya. “Istilah-istilah ini digunakan di surat kabar yang melaporkan tentang majelis nasional.” 

Seluruh dunia menyaksikan Revolusi Prancis, dan jargonnya akhirnya mulai menyebar ke seluruh dunia, meski tidak dalam semalam.

Kanan Kiri dari Masa ke Masa 

Karl Marx Shirt, Political Philosopher Portrait Tshirt, Revolutionary  Thinker T-shirt, Vintage Revolutionary Gift, Socialist Gifts - Etsy
Kaos Karl Marx, tokoh Kiri paling populer. Foto: Etsy.

Menurut esai sejarawan Prancis Marcel Gauchet berjudul Left and Right, proses kanan dan kiri menjadi kategori utama identitas politik adalah “proses panjang yang berlangsung lebih dari tiga perempat abad, hingga dekade pertama abad ke-20.” 

Prevalensi kiri dan kanan di Rusia Bolshevik dan pada tahun-tahun awal Uni Soviet menunjukkan jangkauan istilah tersebut. 

“Kaum Bolshevik terpesona oleh Revolusi Prancis. Mereka sangat sadar akan pentingnya meneruskan warisannya — dan mengangkatnya ke tingkat yang lebih tinggi,” sebut Marci Shore, seorang profesor sejarah budaya dan intelektual Eropa di Universitas Yale.

Mereka memandangnya sebagai langkah penting dalam proses sejarah yang pada akhirnya akan mengarah pada komunisme. Bagi mereka, kiri dan kanan memiliki makna yang lebih spesifik. Orang-orang yang memisahkan diri dari garis partai Komunis digambarkan oleh lawan sebagai penyimpang sayap kiri atau sayap kanan, terutama selama era Stalin.

Berhaluan ke kiri umumnya berarti merangkul revolusi buruh internasional yang radikal, dan berhaluan ke kanan umumnya berarti mengadopsi semacam sentimen nasional. Tetapi definisi tersebut bersifat cair, selalu berubah seiring dengan garis partai yang terus berubah. 

Pada tahun-tahun antarperang, istilah kiri dan kanan digunakan di seluruh Eropa ketika orang-orang bergulat dengan politik bangsa dan kelas. “Sangat sulit untuk berbicara tentang tahun 1920-an dan 1930-an di Eropa tanpa terus-menerus menyebut ‘Kanan’ dan ‘Kiri’,” tulis Shore.

“Ini terutama benar karena tahun-tahun antarperang adalah masa spektrum politik yang terpolarisasi: Kanan menjadi lebih radikal, Kiri menjadi lebih radikal; tengah-tengah liberal ‘lenyap begitu saja’ (untuk menggunakan ungkapan Marx).” 

Hari ini, ideologi seperti liberalisme sosial dan demokrasi sosial dianggap sebagai centre-left (kiri tengah), sedangkan Kiri biasanya dikhususkan untuk gerakan-gerakan yang lebih kritis terhadap kapitalisme, termasuk gerakan buruh, sosialisme, anarkisme, komunisme, Marxisme, Leninisme dan sindikalisme, yang masing-masing mencapai puncak popularitasnya pada abad ke-19 dan ke-20. Selain itu, istilah sayap kiri juga telah diterapkan pada berbagai gerakan sosial liberal dan progresif secara budaya. 

Seperti yang dijelaskan oleh Sophia Rosenfeld dari Penn, istilah-istilah tersebut bersifat situasional, dan telah menjadi alat yang berubah berdasarkan konteksnya.

Istilah-istilah tersebut memiliki makna spesifik dalam Revolusi Prancis, makna spesifik dalam kebangkitan sosialisme dan nasionalisme di Eropa, dan makna spesifik dalam lahirnya gerakan mahasiswa. 

Istilah-istilah tersebut juga semakin banyak digunakan dalam pertarungan politik, kata Kazin. Politisi saat ini sering menggambarkan lawan mereka sebagai berada di sayap kiri atau sayap kanan ekstrem dalam upaya untuk mendelegitimasi politik mereka. Dan makna kiri dan kanan masih dapat berubah lagi. 

*

Foto: Pierre-Antoine Demachy, c. 1793. Source: Wikimedia Commons / Musée Carnavalet, Paris. 

Pekerja teks komersial, juga mengulik desain visual dan videografi. Pop culture nerd dan otaku dengan kearifan lokal

Posting Komentar

© ‧ Kopi Bandung. All rights reserved. Developed by Jago Desain