Apa Beda Parfum, Cologne, Aftershave, dan Eau de Toilette?

parfum cologne eau de toilette

Pertama, mari kita perjelas perbedaan antara aftershave, eau de toilette, dan cologne. Adalah kesalahpahaman umum bahwa istilah-istilah tersebut dapat dipertukarkan.

Ini semua berkaitan dengan kekuatan aromanya. 

Aftershave adalah yang terlemah, dan terdiri dari sekitar 1% -3% minyak parfum. Untuk membantu menenangkan kulit kita setelah bercukur, biasanya mengandung bahan yang adem dan mendinginkan, seperti Aloe Vera. Seharusnya hanya bertahan sekitar dua hingga tiga jam setelah diaplikasikan.

Eau de toilette (EDT) terdiri dari sekitar 4% -8% minyak parfum. Kandungan segini terlalu banyak untuk dioleskan langsung ke seluruh tubuh, jadi harus dioleskan di 'titik nadi', seperti leher, pergelangan tangan, atau dada. EDT bertahan sekitar enam hingga delapan jam setelah diaplikasikan.

Cologne mengandung antara 2% -5% minyak, dan merupakan medium yang menyenangkan antara aftershave dan EDT.

Terakhir, jika ingin mencari sesuatu yang sangat kuat, parfum mengandung sekitar 15%-30% minyak. Itu berarti kita hanya perlu sejumlah kecil pada titik-titik tertentu agar wanginya bisa bertahan lama. 

Bagaimana memilih wewangian dan mengaplikasikannya untuk lelaki?

Tidak yakin apa yang kita suka, atau tidak yakin bagaimana mengungkapkan preferensi kita sendiri ke dalam kata-kata?

Wewangian dapat menjadi titik awal yang baik. Ada beberapa kategori, misalnya floral (bunga), fresh, fruity (buah), citrus, oriental, woody (kayu) atau spicy. Semuanya cukup mudah diingat dan artinya bisa langsung ditebak.

Wewangian paling baik diterapkan pada bagian tubuh yang paling hangat untuk membantunya menonjol, jadi pilih satu titik di leher dan rahang bawah, dada, pergelangan tangan dan lengan bawah, atau siku bagian dalam.

Jika ingin mengoleskannya ke pergelangan tangan, jangan menggosoknya bersama-sama, karena ini dapat memutuskan ikatan molekul dalam parfum.